Budaya
Home / Budaya / Pura Luhur Sri Rambut Sedana, Situs Tua di Jatiluwih dengan Filsafat Nyegara Gunung

Pura Luhur Sri Rambut Sedana, Situs Tua di Jatiluwih dengan Filsafat Nyegara Gunung

"Gerbang masuk menuju Pura Luhur Sri Rambut Sedana di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Pura ini dipercaya sebagai stana Ida Bhatara Rambut Sedana, Dewa Kesejahteraan, sekaligus salah satu pura tertua di Bali. (Foto: Istimewa)"
"Gerbang masuk menuju Pura Luhur Sri Rambut Sedana di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Pura ini dipercaya sebagai stana Ida Bhatara Rambut Sedana, Dewa Kesejahteraan, sekaligus salah satu pura tertua di Bali. (Foto: Istimewa)"

TABANAN, INFONEJANI.COM – Pura Luhur Sri Rambut Sedana di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, menjadi salah satu pura bersejarah yang menyimpan filosofi mendalam tentang kesejahteraan hidup. Terletak di kawasan hutan lindung di lereng Gunung Batukaru, pura ini masih terjaga keasriannya dan dipercaya sebagai stana Ida Bhatara Rambut Sedana, Dewa Kesejahteraan.

Pura seluas sekitar 8 are ini diyakini masyarakat sebagai tempat memohon kelancaran rejeki dan kesejahteraan. Susunan pelinggihnya meliputi Pelinggih Ageng (utama), Pesimpangan Grombong Swargaloka, Pesimpangan Batu Ngaus, Pelinggih Ida Batara Taksu, serta Pelinggih Jemeng (pengayat Dewi Sri). Dari sinilah nama Pura Sri Rambut Sedana berasal.

Pura Luhur Sri Rambut Sedana berada di kawasan pegunungan Jatiluwih, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Konsep yang diusung adalah Nyegara Gunung, yakni kearifan lokal yang mengajarkan keseimbangan antara laut (segara) dan gunung sebagai sumber utama rejeki dan kehidupan.

Menurut catatan, upacara ngenteg linggih pernah dilaksanakan di pura ini pada tahun 1933. Namun, kapan pertama kali pura dibangun belum ditemukan bukti tertulis. Pada pemugaran tahun 2004, ditemukan ribuan keping uang kuno (uang kepeng) yang kini dipendam di bawah Pelinggih Utama sebagai peninggalan bersejarah.

Selain diyakini memberi vibrasi spiritual yang kuat, pura ini juga menjadi objek penelitian akademis. Peneliti dari Kanada, Rusia, hingga arkeolog Universitas Udayana menilai, Pura Luhur Sri Rambut Sedana termasuk salah satu pura tertua di Bali. Alasannya, pura ini hanya memiliki dua pesimpangan utama, yakni ke laut dan gunung, berbeda dengan pura pada umumnya yang memiliki lebih banyak pesimpangan.

Bali Perkuat Pemerataan, 22 Proyek Strategis Digeber Lewat Sinergi Lintas Daerah

Piodalan atau perayaan ulang tahun pura dilaksanakan setiap Buda Wage Kelawu dengan penyejeran selama tiga hari. Upacara ini menjadi momentum sakral bagi umat Hindu untuk menghaturkan bakti serta memohon anugerah kesejahteraan kepada Ida Bhatara Rambut Sedana.(*)