TABANAN, INFONEJANI.COM – Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Tabanan (SMSI) terus memperluas perannya dalam membangun kualitas informasi publik dengan menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) sekaligus meluncurkan Program Literasi Jurnalistik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Kabupaten Tabanan.
Program ini melibatkan sejumlah mitra dari berbagai bidang, di antaranya Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan yang dihadiri direktur dr. Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini, MM, STISIP Margarana melalui ketuanya I Gusti Ngurah Agung Bagus Widiana, SH, MH, serta IKADIN Kabupaten Tabanan yang diwakili I Gede Made Indra Bangsawan, SH.
Ketua SMSI Tabanan, I Wayan Ariasa, menegaskan bahwa sejak dilantik Desember 2024, organisasinya konsisten menjalankan program nyata. Salah satu yang menonjol adalah Kampanye Praktik Baik Literasi Media yang telah menyentuh sekolah, desa, hingga masyarakat adat sebanyak delapan kali.
“Kami fokus pada peningkatan kemampuan publik dalam memilah informasi yang akurat. Selain edukasi, kami juga bergerak di bidang sosial seperti pembangunan dua unit rumah layak huni di Selemadeg Barat bersama Yayasan Sahaja Sawah,” ungkap Ariasa.
Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja, memberikan catatan penting mengenai marwah pers di era digital. Ia mengingatkan bahwa produk jurnalistik memiliki standar yang jauh berbeda dengan sekadar konten di media sosial.
“Wartawan wajib bekerja berlandaskan UU Pers, kode etik, dan prinsip verifikasi. Penerapan cover both sides adalah kunci agar berita tetap berbasis fakta lapangan, bukan sekadar opini atau asumsi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan turut menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I Setda Tabanan, I Made Agus Hartawiguna, disampaikan bahwa literasi jurnalistik bagi ASN sangat relevan di tengah maraknya disinformasi di ruang digital.
ASN diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang kredibel, bijak menggunakan media sosial, serta menyampaikan informasi publik sesuai kaidah jurnalistik yang benar.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), direktur rumah sakit, pengelola pariwisata, hingga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Melalui inisiatif tersebut, SMSI Tabanan menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai organisasi media, tetapi juga sebagai penggerak literasi media dan peningkatan kualitas komunikasi publik di daerah.(*)
