DENPASAR, INFONEJANI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang tata kelola keuangan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Tabanan berhasil meraih persentase tertinggi penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Provinsi Bali, yakni mencapai 99,54 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2025 dari BPK Perwakilan Provinsi Bali. Kegiatan ini berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/12).
LHP yang diserahkan mencakup Laporan Kepatuhan Belanja Daerah Tahun 2024 dan 2025 Pemerintah Kabupaten Tabanan, dan diterima langsung oleh Bupati Tabanan bersama Ketua DPRD Kabupaten Tabanan.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, serta Sekretaris Daerah Provinsi Bali. Dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Sanjaya hadir bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan Kepala Inspektorat Kabupaten Tabanan.
Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menjelaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan daerah merupakan kewenangan konstitusional BPK yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Pemeriksaan dimulai sejak Februari dan diserahkan pada Mei.
Ia menyebutkan, secara umum pemerintah daerah di Bali telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), bahkan sebagian besar lebih dari 10 kali. Namun demikian, ia menekankan pentingnya kualitas opini tersebut agar benar-benar mencerminkan akuntabilitas dan memberi manfaat nyata.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa BPK merupakan satu-satunya lembaga negara yang diberi mandat untuk mengaudit keuangan negara. Oleh karena itu, kepala daerah memiliki kewajiban untuk mengelola keuangan secara tertib, disiplin, transparan, dan bertanggung jawab.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan keuangan daerah menyangkut dana masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Atas kinerja pengelolaan keuangan yang baik, pemerintah pusat memberikan Dana Insentif Daerah (DID) sebagai bentuk apresiasi.
Dalam kesempatan tersebut, Koster turut memberikan apresiasi terhadap gaya kepemimpinan Bupati Tabanan. Menurutnya, perhatian dan kehadiran Sanjaya di tengah masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memajukan daerah. Ia menilai perkembangan Tabanan dari tahun ke tahun berdasarkan penilaian BPK menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia menekankan bahwa pengawasan yang kuat dan kolaborasi antara OPD dan Inspektorat menjadi kunci utama minimnya temuan.
“Pengawasan adalah fondasi. Jika diawasi dengan baik dan benar, maka potensi temuan bisa ditekan. Hari ini kami bersyukur karena kerja tim berjalan sangat solid, dan Tabanan memperoleh penilaian terbaik di Bali,” ujarnya.
Menurut Sanjaya, capaian tersebut mencerminkan opini WTP yang berkualitas, sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang diharapkan BPK RI.
Terkait apresiasi Gubernur Bali atas kedekatannya dengan masyarakat, Sanjaya menyebut pendekatan tersebut dilakukan secara alami melalui berbagai program dan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat. Program Bungan Desa, kunjungan rutin ke desa-desa, serta keterlibatan pemerintah dalam kegiatan olahraga dan budaya dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Ketika pemimpinnya hadir, semangat masyarakat ikut tumbuh. Interaksi inilah yang menjadi kekuatan kami untuk mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani,” pungkasnya.(*)
