TABANAN, INFONEJANI.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan sebuah pohon kelapa setinggi belasan meter tumbang dan menimpa Pura Bedugul Subak Abian Mertasari di Banjar Dinas Gamongan, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Sabtu (24/1/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan suci pura, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di areal pura yang berdiri di atas lahan milik warga setempat, I Ketut Medra. Pohon kelapa yang roboh akibat terpaan angin kencang menghantam beberapa fasilitas pura, di antaranya Pelinggih Pemayasan, bebaturan, serta bagian penyengker.
Berdasarkan laporan awal, kerusakan tersebut berdampak pada 42 kepala keluarga (KK) pengempon Pura Bedugul Subak Abian Mertasari. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Mendapatkan informasi dari saksi di lokasi, I Wayan Suaryana, jajaran Polsek Selemadeg yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Made Adiguna, S.Pd., bersama Bhabinkamtibmas dan petugas piket fungsi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Penanganan cepat juga didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan yang turut diterjunkan ke lokasi.
Proses pemotongan dan evakuasi batang pohon kelapa berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 25 menit. Setelah pembersihan, area pura kembali aman dan dapat digunakan untuk aktivitas keagamaan warga.
Seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati., S.I.K., M.H., Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi, S.H., menegaskan bahwa penanganan cepat tersebut merupakan bentuk sinergi Polri dengan instansi terkait dalam merespons dampak bencana alam.
“Kami mengutamakan langkah tanggap darurat agar kerusakan tidak meluas dan aktivitas religius masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, kami mengimbau warga untuk tetap waspada,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diharapkan lebih berhati-hati, terutama di sekitar pepohonan tinggi dan bangunan vital, agar risiko serupa dapat diminimalkan.(*)
