Kriminal
Home / Kriminal / Tak Diberi Uang Rp3 Juta, Pemuda di Buduk Mengamuk dan Rusak Merajan Keluarga

Tak Diberi Uang Rp3 Juta, Pemuda di Buduk Mengamuk dan Rusak Merajan Keluarga

IBSAM saat diamankan di Polsek Mengwi setelah merusak sejumlah palinggih di merajan keluarganya. (Foto: Istimewa)
IBSAM saat diamankan di Polsek Mengwi setelah merusak sejumlah palinggih di merajan keluarganya. (Foto: Istimewa)

BADUNG, INFONEJANI.COM – Aksi perusakan merajan menggegerkan warga Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa malam (6/1/2026). Seorang pemuda berinisial IBSAM (31) nekat mengamuk dan merusak sejumlah bangunan suci di merajan keluarganya sendiri setelah permintaan uang sebesar Rp3 juta tidak dipenuhi. Ironisnya, kasus ini berujung laporan polisi yang dibuat oleh ayah kandung pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Seorang saksi, MRSY (42), awalnya mendengar suara benturan keras dari arah barat rumahnya. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, saksi kemudian menghubungi pihak keluarga untuk memastikan sumber suara tersebut.

Dari keterangan pihak keluarga, diketahui IBSAM sebelumnya meminta uang kepada ibunya, IAKP (66), sebesar Rp3 juta. Permintaan itu ditolak karena sang ibu mengaku tidak memiliki uang sebanyak yang diminta. Penolakan tersebut memicu emosi pelaku hingga meluapkannya dengan merusak bangunan di area merajan.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan bahwa pelaku merusak sejumlah palinggih dan bangunan suci, di antaranya atap bale piasan, Palinggih Ratu Ngurah, Padma, Rong Tiga, Surya Natah, bale dangin, dua patung, serta sejumlah pot bunga. Akibat aksi tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp200 juta.

“Pelaku melakukan pengrusakan dengan menggunakan pipa besi sepanjang kurang lebih 64 sentimeter,” ungkap Aiptu Ayu, Senin (12/1/2026).

Bali Perkuat Pemerataan, 22 Proyek Strategis Digeber Lewat Sinergi Lintas Daerah

Menerima laporan dari korban yang merupakan ayah kandung pelaku, IBAS (68), Tim Opsnal Polsek Mengwi bergerak cepat. Pada Rabu (7/1/2026), polisi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Pelaku kemudian diamankan di dalam kamarnya saat sedang beristirahat.

Dalam pemeriksaan, IBSAM mengakui seluruh perbuatannya. Ia beralasan nekat mengamuk karena merasa dikucilkan dan kurang mendapat perhatian dari keluarganya. Pelaku juga mengaku kecewa karena jarang diberi makan dan hanya menerima Rp100 ribu saat meminta uang.

Saat ini, IBSAM telah ditahan di Polsek Mengwi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kasus tersebut guna melengkapi berkas penyidikan.(*)